Rabu, 27 Maret 2013
Apa
yang penting yang menjadi patokan para bebotoh dalam mengukur kemampuan
ayam dalam bertarung. Setiap bebotoh mempunyai standar yang beragam dan
berbeda-beda. Wiring kuning, warna merah dan hitam,kaki yang tumpuk
bila diangkat, pegangan yang pas dan cekelannya empuk seperti memegang
bebek dan sebagainya. Semua ini berdasarkan dari hasil pengalaman para
bebotoh yang telah melahirkan berbagai Jagoan yang selama ini diyakini
mempunyai kekuatan dan pukul. Namun walaupun demikian, pukul sendiri
memang belum memberikan suatu patokan yang pasti, dimana hal yang juga
dapat dijadikan sebagai acuan adalah seberapa keras dan akurat pukulnya
dan seberapa tahan napasnya.
Akurasi
pukulan pada ayam laga dipengaruhi dua faktor penting yaitu pertama
perbandingan ideal tulang kaki dan faktor kedua adalah Otot yang
berperan penting dalam menentukan arah, kecepatan dan kekuatan pukulan.
Otot bekerja dengan cara menarik bukan
mendorong. Kerja otot membutuhkan suatu senyawa yang disebut dengan ATP
(adenosin triphospate) dan Creatin phospate yang juga bersal dari ATP.
Beberapa sumber yang berpengaruh langsung adalah karbohidrat, lemak dan
protein yang dioksidasi melalui siklus Kreb dan secara langsugn dapat
membebaskan ATP yang nantinya digunakan sebagai bahan bakar otot. Selain
itu otot juga membutuhkan CALSIUM (Ca) dalam bekerja atau berkontraksi
dan relaksasi. Inilah sebabnya mengapa ayam laga yang pakan utamanya
Jagung mempunyai otot lebih bagus dan kekuatan pukul yang baik
dibandingkan pakan utama yang lain.
Bentuk
otot yang baik pada ayam laga adalah otot yang berserabut halus tanpa
perlemakan serta tanpa pembesaran sel otot sendiri. Hal ini untuk
mendapatkan akurasi pukulan yang baik, sehingga otot harus kuat, liat
dan lentur. Pada manusia dapat dianalogikan kira-kira sama dengan otot
yang dimiliki atlit tinju kelas ringan, karate, lari cepat atau bulu
tangkis yang mengutamakan kecepatan, kelenturan dan akurasi pukulan.
Banyak bebotoh yang senang dgn tipe pukulan berat, padahal akan lebih
baik bila ayam laga memiliki tipe pukulan yang mempunyai akurasi dan
frekuensi yang tinggi, istilah lainnya adalah memukul dengan tepat,
manggon dan cepat. Dan selain itu, ayam laga yang memiliki otot yang
halus akan mempunyai kelebihan dan kemungkinan yang lebih tinggi untuk
mampu memukul di ruang sudut yang sempit dibandingkan dengan ayam
berserabut otot yang kuat/berotot yang cenderung dan hanya dapat memukul
baik jika mendapat ruang pukul yang cukup.
Untuk
kesehariannya, latihan yang diperlukan utk membentuk serabut otot yang
halus adalah latihan kecepatan yang dilakukan tanpa beban. Kadang kala
ada bebotoh yang melatih ayamnya dgn memberi pemberat pada kaki ayam
atau menekan ayam sehingga ayam jalan setengah merangkak. Dengan metode
latihan ini akan menghasilkan otot besar dan kuat tetapi lamban dan
kaku. Latihan lari dengan cara mengitari babon/untulan akan jauh lebih
baik daripada latihan yang mengutamakan kekuatan.
Selanjutnya
walaupun ayam laga telah memiliki Otot yang baik faktor lain yang
mendukung dan sangat penting adalah Stamina. Stamina ayam laga
tergantung 3 hal penting yaitu Kadar HB, Kemampuan Kerja Jantung, dan
Paru-Paru. Untuk membuat HB yang tinggi, ayam laga harus mendapatkan
nutrisi yang cukup. Nutrisi yang paling penting adalah protein, dan
selain itu vitamin dan mineral akan sangat berperan dalam membentuk
darah baru. Umumnya ayam laga di Indonesia hanya mendapatkan diet pakan
utama berupa Gabah, beras merah atau jagung. Diet ini hanya mengandung
protein berkisar sebesar 6%-8% . Dalam kondisi diet/pakan yang ditakar,
ayam laga akan kesulitan menjaga stamina karena angka kebutuhan protein
yang optimal bagi ayam laga adalah berkisar antara 12%-14%. Untuk hal
ini, maka sangat dianjurkan sekali bagi bebotoh untuk memberikan makanan
tambahan untuk mencukupi kebutuhan protein ayamnya.
Cara
lain yang digunakan oleh bebotoh untuk meningkatkan HB ataupun Stamina
adalah memberikan suntikan Neurobion, akan tetapi pemberian suntikan
neurobion tidak dapat langsung menghasilkan butir darah baru dengan
segera, karena ayam laga masih membutuhkan protein dan mineral lain
seperti besi (Fe) dan tembaga (Cu). Pemberian pakan ayam petelur secara
rutin yang memiliki kadar protein 18,0 dan kalori 1350 - 1400 akan
memberikan hasil yang lebih baik, dan hal ini lebih baik dibandingkan
dengan pemberian telur dan madu yang mengandung karbohidrat dan lemak
tinggi (kalori tinggi), dan seringnya pemberian telur dan madu hanya
akan membuat ayam laga cenderung menjadi lebih gemuk yang akhirnya dapat
mengganggu aktivitas dan gerak ayam laga saat bertarung.
Faktor
lain di dalam meningkatkan dan menguatkan Stamina ayam laga adalah
menjaga kerja jantung dan paru-paru secara maksimal, maka satu-satunya
cara adalah memberikan latihan yang rutin dan cukup bagi ayam laga, dan
tanpa adanya disiplin pada latihan, maka stamina ayam akan turun saat
melakukan pertarungan.
Ditulis oleh Kamandaka (al.com)
Selasa, 26 Maret 2013
Madonna (Induk Lutung/ Import)
Sepia (Anak Jalak 5 Warna)
Induk Galaxy (Import)
META (Meteor x Mabelta)
Kuncir Jr (Acil x Kuncir)
Zaraf Jr
- Strain yang sangat berbahaya atau disebut dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau tipe Velogenik, tipe ini menyebabkan kematian yang luar biasa bahkan hingga 100%.
- Tipe yang lebih ringan disebut degan “Mesogenic”. Kematian pada anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini ayam akan menampakangejala seperti gangguan pernapasan dan saraf.
- Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat menyebabkan produktivitas telur menjadi turun dan kualitas kulit telur menjadi jelek. Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan.
ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui sepatu, peralatan, baju dan burung liar.
Pada
tahap yang mengenai pernapasan maka virus akan ditularkan melalui
udara. Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak
mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND
tidak akan dinyatakan sebagai “carrier” dan biasanya virus tidak akan
bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan.
Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:
- Excessive mucous di trakea.
- Gangguan pernapasan dimulai dengan megaop-megap, batuk, bersin dan ngorok waktu bernapas.
- Ayam tampak lesu.
- Napsu makan menurun.
- Produksi telur menurun.
- Mencret, kotoran encer agak kehijauan bahkan dapat berdarah.
- Jengger dan kepala kebiruan, kornea menjadi keruh, sayap turun, otot tubuh gemetar, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan leher terpuntir.
- Ayam yang tertular harus dikarantina atau bila sudah pada stadium berbahaya maka harus dimusnahkan.
- Vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan. Vaksinasi pertama, dilakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2. Untuk berikutnya pemberian vaksin dilakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada.
- Untuk memudahkan untuk mengingat mengenai waktu pemberian vaksin, seorang pakar menyarankan agar memberikan vaksin ini dilakukan dengan pola 444. maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali. Akan tetapi pola pemberian ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas terbaik dari hasilnya.
Pencegahan yang harus dilakukan oleh para peternak mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut:
- Memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik.
- Memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini.
- Memberikan ransum jamu yang baik, yang terbuat dari bahan-bahan tradisional yang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kekebalan tubuh ayam.
Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacilary White Diarrhea= BWD). Penyakit ini menimbulkan mortalitas yang sangat tinggi pada anak ayam umur 1-10 hari. Selain ayam, penyakit ini juga menyerang unggas lain seperti kalkun, puyuh, merpati, beberapa burung liar. Pullorum atau Berak kapur disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum dan bakteri gram negatif. Bakteri ini mampu bertahan ditanah selama 1 tahun
Di Indonesia penyakit
pullorum merupakan penyakit menular yang sering ditemui. Meskipun segala
umur ayam bisa terserang pullorum tapi angka kematian tertinggi terjadi
pada anak ayam yang baru menetas. Angka morbiditas pada anak ayam
sering mencapai lebih dari 40% sedangkan angka mortalitas atau angka
kematian dapat mencapai 85%.
Cara penularan
Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu:
- Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
- Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.
- Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
- Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.
Gejala klinis
- napsu makan menurun
- feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur
- Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih
- kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah keringkering
- jengger berwarna keabuan
- mata menutup dan nafsu makan turun
- badan anak ayam menjadi lemas
- sayap menggantung dan kusam
- lumpuh karena artritis
- suka bergerombol
Perubahan patologi
Pada
kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada ahati dan limpa dan
kadang kadang sering diikuti omfalitis. Pada kasus kronis dijumpai abses
pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa)
yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu didalam usus buntu.
Diagnosis
Isolasi
dan identifikasi salmonella pullorum dapat diambil melalui hati, usus
maupun kuning telur dapat dilakukan pembiakan kedalam medium. Ayam
karier yang sudah sembuh dapat diidentifikasi dengan penggumpalan darah
secara cepat (rapid whole blood plate aglutination test).
Pengobatan
Pengobatan
Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti
furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam.
Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi
tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang
terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis.
Pencegahan
Ayam
yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki
sertifikat bebas salmonella pullorum. Melakukan desinfeksi pada kandang
dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan
dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.
Penyakit Snot atau coryza disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit Snot dapat menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam, biasanya penyakit ini muncul akibat adanya perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis. Perubahan musim biasanya akan mempengaruhi kesehatan ayam. Angka morbiditas kawanan unggas bervariasi antara 1-30%. Mortalitas atau Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30%.
Cara penularan
Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar diinduk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.
Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar diinduk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.
Gejala klinis
Ayam yang secara klinis telah terinfeksi menunjukkan gejala sebagai berikut
- pengeluaran cairan air mata
- ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung
- keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
- Pembengkakan didaerah sinus infra orbital
- terdapat kerak dihidung
- napsu makan
- ayam mengorok dan sukar bernapas
- pertumbuhan menjadi lambat.
Ayam yang secara klinis telah terinfeksi menunjukkan gejala sebagai berikut
- pengeluaran cairan air mata
- ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung
- keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
- Pembengkakan didaerah sinus infra orbital
- terdapat kerak dihidung
- napsu makan
- ayam mengorok dan sukar bernapas
- pertumbuhan menjadi lambat.
Perubahan patologi
Pada kasus akut dijumpai konjungtivitis berat dan peradangan pada pinggir kelopak mata (periorbital fascia). Pada kasus kronis dijumpai sinusitis yang bersifat serosa sampai kaseosa.
Pada kasus akut dijumpai konjungtivitis berat dan peradangan pada pinggir kelopak mata (periorbital fascia). Pada kasus kronis dijumpai sinusitis yang bersifat serosa sampai kaseosa.
Diagnosis
Bakteri Haemophillus gallinarum dapat diisolasi dari swab sinus ayam yang menderita penyakit akut. Isolasi laboratorium dapat dilakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah digores staphylococcus sp dan diinkubasi dalam suasa anaerob.
Bakteri Haemophillus gallinarum dapat diisolasi dari swab sinus ayam yang menderita penyakit akut. Isolasi laboratorium dapat dilakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah digores staphylococcus sp dan diinkubasi dalam suasa anaerob.
Diferential diagnosa
Diagnnosa banding dari penyakit coryza adalah Mikoplasmosis atau Chronic Respiratory Disease (CRD) dan Infectious Laryngotracheitis (ILT) .
Diagnnosa banding dari penyakit coryza adalah Mikoplasmosis atau Chronic Respiratory Disease (CRD) dan Infectious Laryngotracheitis (ILT) .
Pengobatan
Pengobatan penyakit snot pada unggas adalah dengan pemberian preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole. Pemberian sulfonamida dapat dikombinasikan dengan tetrasiklin untuk mengobati coryza dan dapat diberikan melalui air minum atau disuntikkan secara intramuskular. Perhatikan withdrawal time pada ayam petelur karena obat tersebut dapat mengkontaminasi telur dan kualitas dari kerabang telur.
Pengobatan penyakit snot pada unggas adalah dengan pemberian preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole. Pemberian sulfonamida dapat dikombinasikan dengan tetrasiklin untuk mengobati coryza dan dapat diberikan melalui air minum atau disuntikkan secara intramuskular. Perhatikan withdrawal time pada ayam petelur karena obat tersebut dapat mengkontaminasi telur dan kualitas dari kerabang telur.
Pengendalian
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.
Senin, 25 Maret 2013
Anakan yang memiliki konsumsi pangan dan gerakan yang
minim di umur sampai dengan 4 bulan akan memiliki postur dan kekuatan
phisik yang tidak maksimal sehingga tidaklah layak untuk diturunkan di
gelanggang.
Anakan ayam sampai dengan umur 4 bulan harus menerima konsumsi pangan yang seimbang baik untuk protein, karbohidrat, mineral, vitamin, dan air. Dalam kebiasaan sehari-hari kami di dalam memelihara ayam bangkok, anakan umur 1-4 bulan akan diberikan pangan yang berupa pakan buatan pabrik yang dicampur dengan susu tepung untuk anak bayi. Komposisi campuran yang kami gunakan adalah 1:5 (Contoh: 1 kg susu dicampur dengan 5kg pakan).
Kadang memang terasa lucu maupun aneh, mengapa kita mencampurkan susu tepung anak ke dalam pakan akan ayam, akan tetapi bila dilihat dari hasilnya akan sungguh berbeda bila kita tidak melakukannya. Anakan akan memiliki pertumbuhan yang sangat bagus baik untuk tulangan, otot, bulu maupun bagian tubuh lainnya. Susu yang digunakan tidak perlu susu yang mahal, karena susu murahpun sudah cukup kandungan protein, karbohidrat, mineral dan vitaminnya. Dan komposisi ini sangatlah baik dan diperlukan untuk pertumbuhan anakan ayam. Dan bila kita telah mencampurkan susu tepung ke pakan anakan ayam, maka kebutuhan pakan lainnya seperti mineral maupun vitamin sudah tidak perlu terlalu dibutuhkan karena telah tersedia pada kandungan susu.
Dari hasil yang akan diperoleh, apalagi kita membandingkan anakan yang diberikan campuran susu dan yang tidak, maka akan terlihat perbedaan pertumbuhan anakan yang jauh berbeda. Anakan ayam yang diberi pakan dengan campuran susu akan terlihat lebih energik dan memiliki postur tubuh yang lebih kuat dibanding yang tidak. Jadi bagi kami, kebiasaan mencampur susu dengan pakan anakan ayam menjadi hal yang harus dilakukan. Karena sangatlah disayangkan bila kerja keras kita untuk membesarkan anakan menjadi sia-sia belaka sewaktu ayam menginjak umur perawatan untuk tarung akibat rendahnya kandungan gizi sewaktu ayam masih kecil. Akhir kata, apapun kesimpulannya, ayam bangkok memang dilahirkan untuk dinikmati gaya tarung ataupun postur tubuhnya yang indah jadi apapun alasannya, konsumsi pangan yang tepat sewaktu membesarkannya adalah hal yang sangat mutlak.



